Penyebab Banjir di Bekasi

00.41 Add Comment
Sesudah sekian banyak daerah terkena banjir di awal th 2016, sekarang banjir yg pass parah menimpa Bekasi. Banjir parah berlangsung di Jatiasih Bekasi terhadap pagi hri Kamis 21 April kurang lebih pukul 09.00, nyaris kurang lebih 5000 hunian masyarakat terendam banjir. Berita dari tim DERM Tindakan Langsung Tanggap yg datang ke ruang banjir mencapai 2-3 meter ketinggian air mencapai genteng hunian warga.

Penyebab banjir di Bekasi yg cukup parah ini yaitu akibat tanggul kali Bekasi yg jebol. Air dari Kali Cikeas yg berada di dekat wilayah itu serta mengalir ke perumahan. Arus deras air melewati genteng rumah-rumah masyarakat. Debit limpasan di bendungan kali itu mencapai 780 meter kubik per detik. “Lebih akbar dibanding banjir 2007,” kata operator bendungan Kali Bekasi, Wildan.

Banjir di Bekasi ini merendam 5 kecamatan & setidaknya ada 5000 hunian penduduk yg hasilnya terendam. Meluapnya falsafah Kali Bekasi, atau Sungai Cikeas. Nyaris seluruhnya pemukiman penduduk yg berada pas di bantaran Kali Bekasi dijamin terendam banjir lumayan parah. Terhadap siang Kamis (21/4) banjir parah terutama di Perumahan Pondok Besar Permai Jatiasih. Penduduk cepat di evakuasi ke lokasi pengungsian sebab ketinggian air telah hingga genteng hunian penduduk.

Penyebab mutlak benar-benar tanggul jebol yg sebenarnya baru dalam proses pembangunan yg belum selesai. diluar itu akibat hujan terus-terusan, debit air kali Bekasi pun meluap. Kepada hri Jumat ketinggain air tetap tinggi akibat kiriman air dari Bogor maka pengungsi tetap belum mampu bergerak, terlebih hujan masihlah barangkali datang & dikhawatirkan bakal ada banjir susulan.
sumber

Sungai Citarum Penyebab Banjir Kabupaten Bandung

00.39 Add Comment
Banjir di Kab Bandung berimpak gede bagi penduduk Dayeuhkolot & sekitarnya. Air banjir dikabarkan meluap teramat serta-merta kepada Sabtu, 12 Maret 2016.

Bila diperhatikan lebih terang, biasanya topografi kawasan yg terendam banjir luapan Sungai Citarum ini benar-benar berada lebih rendah dari falsafah sungai. Bentukannya menyerupai mangkok. Imbas dari topografi yg berbentuk semacam ini, banjir senantiasa menerjang tiap periode hujan di kawasan Dayeuhkolot, Bojongsoang, Baleendah, Banjaran & Pamengpeuk. 5 kecamatan ini benar-benar jadi kawasan terparah diterjang banjir. Dikarenakan lokasinya yg berada paling dekat bersama falsafah Sungai Citarum.

Lantas, kenapa luapan Sungai Citarum dapat berlangsung?
Kalau dipandang dari kisah awalnya, Sungai Citarum yakni sungai yg mendapat julukan juga sebagai sungai paling besar & terpanjang di bumi Pasundan, Tanah Jawa Barat.

Ditarik garis lurus, panjang ajaran Sungai Citarum mencapai kurang lebih 300 Kilometer. Dari arti namanya, Sungai Citarum disusun oleh dua kata, merupakan kata Ci yg dalam bahasa Sunda klasik berarti air atau sungai, seterusnya kata ke-2 ialah Tarum yg diambil dari nama tumbuhan penghasil warna nila dengan cara alami. Dari arti kata tersebut, Sungai Citarum dahulunya diakui yang merupakan sungai yg tidak sedikit mempunyai tumbuhan Tarum di sepanjang alirannya.

Dengan Cara geografis, Sungai Citarum yg membentang sejauh 300 Kilo Meter menuju Laut Jawa di Utara berawal dari hulu yg terdapat di Lereng Gunung Wayang. Hulu sungai Citarum ini berada di tenggara Kota Bandung, hri ini hulu Citarum masuk ke wilayah Desa Cibeureum, Kertasari Bandung.
Dalam perjalanannya dari hulu ini, Sungai Citarum serta mengumpulkan beraneka ajaran anak sungai yg berasal dari daerah lain, contohnya Sungai Dayeuhkolot, kawasan yg waktu ini terendam banjir parah akibat luapan Citarum.

Sesudah dari Dayeuhkolot, ajaran Sungai Citarum berbelok ke arah barat laut & bergerak menuju ke utara. Seandainya mengendarai kendaraan dari arah Padalarang menuju Cianjur, tentu Kita bakal melintasi falsafah Sungai Citarum yg jadi perbatasan dari kawasan Bandung Barat & Cianjur.

Setelah Itu dari Cianjur, ajaran Sungai Citarum melintasi Kab Puurwakarta, & terakhir masuk ke Kab Karawang jadi batas wilayah bersama Kab Bekasi. Sampai hasilnya falsafah gede Sungai Citarum berhenti di Ujung Karawang masuk ke laut Jawa.
sumber

Banjir di Jatiasih Bekasi Terjang 5.000 Rumah Sekaligus

00.39 Add Comment
Banjir di Jatiasih Bekasi April 2016 ini berlangsung demikian fenomenal. Hujan deras yg mengguyur merata di Jakarta sejak Kamis dinihari tempo hari,(21/4) sontak menciptakan seluruhnya falsafah sungai yg mengalir ke pantai utara Jawa meluap. Tidak selain sungai yg membelah Jakarta & Bekasi. Hasilnya gemuruh banjir juga tidak sanggup dihindari. Kantor Info Antara menyebutkan, berdasarkan catatan dari Tubuh Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi, banjir di Bekasi merendam sedikitnya 5.000 satuan hunian sekaligus!

Lima ribu hunian yg terendam banjir di Bekasi ini menyebar merata di lima kecamatan. Banjir disebabkan oleh meluapnya falsafah Kali Bekasi, atau Sungai Cikeas. Nyaris seluruhnya pemukiman penduduk yg berada serasi di bantaran Kali Bekasi dijamin terendam banjir lumayan parah.
Satu titik banjir terparah menerjang Perumahan Pondok Agung Permai, Jati Asih, Bekasi. Genangan banjir di ruang ini mencapai ketinggian 3 hingga 4 meter! Cuma menyisakan genteng hunian yg menyembul di balik air banjir. Semalamn tadi sunyi & gelap gulita terasa di area ini, karena telah sejak pagi PLN memutus ajaran listrik demi keselamatan.

Luapan Kali Bekasi yg masuk ke Perumahan Pondok Agung Permai berasal dari limpahan tanggul yg jebol. Tidak ayal, air mengalir deras sejak Kamis pagi (21/4) pukul sekira pukul 09.00 WIB. seterusnya, ketinggian air konsisten memuncak drastis hingga malam. Menjelang tengah tengah malam tadi, dikabarkan air banjir di Pondok Agung Permai pernah surut dengan cara bertahap, kira kira pukul 22.30 WIB, air banjir cuma menyisakan sekian banyak senti meter saja. Tetapi, cita-cita surutnya banjir ini nyata-nyatanya cuma berjalan tidak lebih dari 30 menit.

Gemuruh banjir dari Kali Bekasi kembali menghantam Perumahan Pondok Besar Permai seputar pukul 23.00 WIB tengah malam tadi. Bahkan menurut laporan awal yg dihimpun pagi ini, ketinggian air lebih tidak baik & lebih deras di bandingkan tempo hari, masihlah berkisar di kedalaman air 2-3 meter. Dihitung total, efek korban banjir di Pondok Agung Permai berjumlah lebih dari 700 Kepala Keluarga.

Sementara itu, tempat lain yg terendam banjir akibat luapan Kali Bekasi serta berlangsung di Perumahan Perumahan Bumi Nasio di Kelurahan Jatikramat, Kecamatan Jatiasih (500 KK), Perumahan Dosen IKIP (400KK), Perumahan Villa Jatirasa (500KK)
sumber