
tidak ingin dipungkiri, sungai merupakan suporter roda kehidupan. Sungai yaitu lokasi peradaban bermula. Ribuan thn peradaban manusia itu bermula dari aliran sungai akbar dunia. Tidak tidak cuma peradaban di Pulau Jawa, aliran sungai yg mengalir dari hulu ke hilir di Jawa merupakan pusat peradaban pertama kali bermula. Sejarah kerajaan era dulu juga mencatat bahwa nama-nama kerajaan gede macam Majapahit, Kediri, Tarumanegara, dll. berawal dari derasnya sumber manfaat yg bakal diperoleh dari aliran sungai.
Namun waktu ini ini, kenyataan tersebut makin miris buat diakui. beberapa ratus aliran sungai di Pulau Jawa telah tidak layak lagi jadi sumber kehidupan. Alirannya bagaikan genangan sampah & limbah berbahaya. Daerah aliran sungai tidak ubahnya sebagai pemasok sampah. Imbasnya bantaran sungai makin mengecil & menyempit. Dikala keseimbangan lingkungan sungai semakin tidak berdaya dihancurkan oleh tangan-tangan manusia, sehingga sungai bakal memberikan ancaman nyata bencana tanah longsor & banjir.
Kenyataan tersebut tampak terang wilayah Propinsi jawa tengah. sejauh ini, sebanyak 136 sungai yg mengalir rata di seluruh kota di jateng sudah tercemar & berada dalam keadaan kritis. Fakta tersebut di sampaikan oleh Sudarto, satu orang pakar lingkungan dari Kampus Diponegoro seperti yg dilansir dari page Tempo.co
Pencemaran limbah sudah memberikan kerusakan hebat di beberapa ratus sungai di Jawa Tengah. factor ini kelihatan terang berjalan akibat pembuangan limbah industri & limbah domestik dari pemukiman yg tidak sesuai tempatnya. Padahal nyata-nyatanya tidak sedikit industri di Jawa telah berlangsung dengan cara mutakhir dalam urusan instalasi pengolahan limbah, tapi yg terjadi justru sebaliknya, limbah konsisten terbuang di sepanjang aliran sungai & imbasnya yakni angka kejadian bencana banjir yg semakin meningkat tiap tahunnya.
Tidak cuma dari industri, limbah busuk & berbahaya yg mengalir sepanjang aliran sungai di jateng pula berasal dari permukiman. Pantas dipercaya bahwa sebahagian gede penduduk di Jawa memang lah belum mengenal technologi pengolahan limbah layaknya negara-negara maju. Imbasnya, hujan lebat sebentar saja sanggup jadi banjir, meluapkan sungai seketika lantaran sudah rusaknya keseimbangan sungai. Air sungai serta tidak bisa diperlukan sbg penyangga kehidupan masyarakat di kira kira aliran sungai.
Masalah lain serta muncul diwaktu keseimbangan sungai telah begitu terkikis, bukan tidak mungkin bencana longsor atau pergerakan tanah di sekian banyak aliran sungai yg mempunyai tebing lumayan tinggi bakal berikan ancaman lain.
sekian banyak bln silam,(27/4) bencana longsor tebing sungai menerjang perbatasan Dukuh Plosorejo dgn Dukuh Malangan, Desa Kalimacan, Kalijambe, Sragen. Tebing setinggi empat m di pinggir Sungai Malangan ambrol sepanjang 12 m sesudah diguyur hujan deras. Longsoran tebing sungai memang lah lah tak dengan cara langsung berjalan akibat efek pencemaran, tetapi Perubahan masif terhadap Daerah Aliran Sungai sudah nyata menyebabkan tidak sedikit kerugian. Jangan Sampai Hingga hingga keadaan sungai yg telah begitu kritis di Pulau Jawa khususnya jawa tengah tidak jadi prioritas pencegahan bencana. Strategi paling baik mesti serta-merta dipikirkan, sungai itu pun juga sebagai sumber kehidupan bukan berubah fungsi jadi sungai sumber bencana.(CAL)
Sumber

0 Komentar